Sabtu, 23 April 2011

Aku Memikirkanmu dalam Diam

Hari ini cerah meskipun matahari tersembunyi di balik gumpalan awan yang memenuhi hampir seluruh langit. Dan dibumi yang semakin gersang, angin semakin sulit berbisik. Dahulu, ia bisa menyampaikan salam sepasang kekasih lewat bisikannya dengan bunga dan dedauanan. Namun,kini ia hanya bisa berdansa dengan debu dan udara panas.

Apakah kamu bahagia hari ini? Dengan kecukupan udara untuk membantumu bernapas, dengan kehadiran orang-orang yang menyayangi dirimu tanpa pamrih, dengan lindungan tuhan yang menjaga langkahmu setiap hari. Aku tahu kau bahagia karna kebahagiaan sebenarnya begitu sederhana. Tapi, apakah kau bahagia dalam kebersamaan dirimu denganku ??

Setiap aku memandang senyum difotomu, aku melihat kebebasan terpancar disinar matamu. Bebas tak terikat, kau menjelajah sesuka hati. Satu per satu teman dan sahabat menambatkan perahu mereka dan berhenti tepat didepan mu, sementara sekarang kamu masih bermain dengan tanah,ombak dan matahari bersamaku. Tidak terpikirkankah olehmu, bahwa banyak hal yang sedang menunggumu berlabuh ?. Tidak adakah keinginan untuk melalui semua petualangan itu dengan indah ??

Terkadang aku menyesali kenapa itik buruk rupa sepertiku menginginkan elang yang terbang gagah dengan lemah, untuk bisa berada disisiku selamanya. Aku sadar kamu tidak pernah merendahkanku, tetapi segala keterbatasanku menghalangiku untuk tetap bersamamu. Kisah cintaku memang hanya mengulang jutaan kisah cinta yang terjadi didunia. Aku menyadari perasaanku justru setelah kita mencoba berpisah. Alangkah rumitnya manusia, hanya untuk mengekspresikan kasih sayang saja harus melalui banyak tahap dalam pikiran. Terkadang hal ini menyiksa diri dengan diam dan menyerah, bertanya-tanya dimanakah keberanian akan ditemukan. Sering juga aku menyangsikan bahwa gelombang perasaan yang menderaku ini adalah cinta. Benarkah aku mencintaimu ? lalu, dimana rasa ini bersembunyi pada waktu pertama kali kita bertemu ?. Sekarang tidak ada rindu ingin bertemu, tidak ada debaran keras jantung saat melihatmu tersenyum, bahkan, tidak aku temukan hadirmu dalam mimpi-mimpiku.

Semua kenangan bersamamu memang sangat berharga. Aku mencoba mencari jejakmu yang hampir hilang dilapis waktu. Setitik kecil tulisan, sepetak gambar foto, sepotong demi sepotong ingatan tentang kata-kata yang pernah kamu ucapkan, senyum yang pernah kamu berikan, bahkan ejekan dan godaanmu kukumpulkan kembali. Semakin jelas kenangan itu terbentuk, semakin aku sadar bahwa dibalik segala kehebatanmu,kau begitu apa adanya. tidak ada kata-kata berlebihan, tidak ada ekspresi palsu. Perhatianmu padaku pun bukanlah sikap yang dibuat-buat. Mungkin semua itu tersimpan dan mengendap dalam pikiranku begitu lama sehingga aku tidak menyadarinya. Dan ketika memori itu tiba-tiba mengapung ke permukaan, aku seolah-olah terbangun dan tersentak bahwa aku membutuhkan seseorang sepertimu dalam hidupku.

Aku lebih suka waktu mengalir apa adanya. Terkadang, ia seperti berlari begitu cepat hingga tidak terasa usia semakin merangkak tua. Namu, saat memikirkanmu, waktu seolah-olah bergerak lambat dan enggan beranjak hingga sepi terasa mendera lebih lama. Tapi, disatu titik waktu, takdir akan berbicara tentang kita, memberi tahu keputusan yang telah dibuat-nya, jauh sebelum kita dilahirkan. Apakah aku dibuat dari tulang rusukmu ?? jika tidak, apakah perjumpaan kita akan membawa hikmah yang lebih bermakna ??

Jika Tuhan mengizinkan, apa pun bisa terjadi bukan ??? :)

1 komentar:

  1. jalan2 menuggu sahur..dan kesasar di blog ini..

    blog yang bagus...happy blogging ^_^

    ini blog saya inianuitu.blogspot.com

    BalasHapus

apapun tanggapan kalian tentang cerita saya,saya terima dengan senang hati. thankyou :)