Diri ini berharap, ketika dirimu telah membaca ini, rasa itu akan berubah menjadi lebih baik. Karena, sejujurnya, diri ini masih mengharapkan dirimu untuk mencintai diri ini. Entah mulai kapan diri ini menaruh rasa istimewa itu terhadap dirimu. Segala sesuatunya mengalir begitu saja, bahkan panggung sandiwara dunia pun mendukung. Ia selalu meminta kita untuk memainkan lakon kehidupan yang bersamaan. Karena itu, mau atau tidak, diri ini selalu terikat dengan dirimu.
Disaat diri ini semakin dalam mencintaimu dirimu, disaat yang sama pula diri ini merasakan bahwa dirimu seakan-akan terus menjauh. Dan, itu tampak jelas dari perilakumu, bahkan komunikasi diantara kita hampir seperti tidak ada lagi yang baik. Karena itulah, rasa itu terus saja diri ini pendam sendirian. Tiada terasa, waktu yang berjalan telah cukup lama. Hingga, tanpa diri ini sadari, ternyata sudah begitu lama pula hari-hari diri ini lalui dengan tangisan. Dan, tangis itu selalu pecah di saat diri ini merindukanmu, di saat dirimu tidak memperdulikan adanya diri ini. Bahkan tangisan yang mengharapkan dirimu mengerti apa yang diri ini rasakan terhadapmu. Tak banyak yang dapat diri ini lakukan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ada jarak yang semakin lebar membentang. Dan, batas diantara kita berdua untuk saling berkomunikasi tampak jelas. Jujur, diri ini semakin tersiksa karna keadaan yang demikian. Kemudian, timbul keberanian dari diri untuk mengutarakannya kepada dirimu. Awalnya diri ini ragu. Namun, hati ini seakan-akan tidak sepaham dengan pikiran yang sat itu masih menganggap hal itu tidak sepatutnya dilakukan.
Keputusan besar telah aku ambil. Akhirnya, diri ini mengungkapkan relung hati . Meski itu terkesan implisit, diri ini yakin bahwa tujuan dari pesan singkat itu dapat kau tangkap. Tanpa sadar bulir-bulir air mata terus mengalir. Diri ini tidak sanggup lagi untuk membendungnya. Sekujur tubuh terasa lemas, gontai tak bertuan hingga diri ini pun merasakan kehampaan dalam hidup. Dan, hingga kini, kata demi kata itu masih tersimpan dengan baik dalam memory diri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
apapun tanggapan kalian tentang cerita saya,saya terima dengan senang hati. thankyou :)