Karena aku yakin
Ada beberapa hal yang lebih baik dituliskan daripada aku katakan
Mungkin kamu sudah tahu, setidaknya mengira-ngira.
Saya pernah menyayangi kamu segila itu.
Tapi situasinya tidak seperti yang saya bayangkan.
Semua bagian hati saya masih berisi kamu.
Tapi otak saya bilang jangan.
Prinsip saya sudah jelas.
Saya nggak akan berdiri diam di depan pintu yang tertutup.
Saya rasa kamu mengerti.
Jadi sebaiknya kita tetap begini saja.
Entah sampai kapan.
Mungkin sampai salah satu dari kita berdua lupa
Rabu, 29 Agustus 2012
Selasa, 07 Agustus 2012
Kau Tidak Lagi Berada di Tempat Kita Dahulu
Bila tak ada terucap
Maka harus kusudahi segala harap
Mungkin terlihat norak
Ataupun bagai kerak yang tak kunjung pulih
Seandainya pertanyaan yang kau tanyakan
Maka itu semua adalah tentangmu
Tak ada alasan apapun
Hanya kamu
Yang kuanggap sebagai dirimu
Yang benar-benar utuh
Bila kau anggap aku membual
Maka sepantasnya untukku
Yang berakhir dalam mual
Dan bila tak ada pagi
Maka pun jua malam sebagai sesuatu yang nyata
Remang, hanya dalam semu
Untukku menjadikan segala nyata
Bilakah aku harus pergi
Demi mencari dunia imajiner
Harus kuanggap ada janur kuning
Melebihi bendera kuning
Untuk merelakan dirimu yang tak bisa kugapai
Kadang aku terlalu menganggap dirimu spesial
Tanpa memandang diriku yang masih remeh temeh
Akankah ini pantas
Yang didapat dari seorang imajiner
Di tengah sesuatu yang visioner
Kalaupun tidak
Haruskah aku menjadi seorang yang sakit
Dalam kesehatan yang sempurna
Minggu, 05 Agustus 2012
MANIC - DEPRESSIVE
Bipolar..
Terdengar asik diucap seperti sebuah lelucon guna sebutan untuk sebuah candaan.
Syukurlah Bipolar menjalar didalam nadiku hingga ketulang sumsumku.
Sedikit gila stadium satu bisa aku rasakan.
Entah kesusahan apa lagi yang menjalar, padahal aku baru tidur 4 jam.
Aku merasa bersalah baru menyadari kau ada didalam hidupku.
Tak apa yaa, kita berteman saja, jangan terlalu dekat.
Aku tidak mau terlalu cepat dipanggil malaikat dengan cara yang laknat.
Bagiku kau sahabat yang setia tapi jahat
Ah sudahlah, aku tidak mau menyalahkanmu terlalu banyak
Aku kan juga jarang solat.
Bila aku nanti mati konyol.
Satu-satu nya yang akan aku salahkan yaitu dirimu.
Kau yang memberikanku kebahagiaan, kau juga yang memberikanku keterpurukan.
Syukurlah hanya titik jarum yang kutaruh, setengguk pembersih luka, dan menangis yang sengaja aku hitung dengan stopwatch.
Hingga kantuk mengucapkan selamat datang.
Paling tidak aku sudah merasakan dan orang lain belum.
Terpenting, aku beruntung tidak dipanggil dengan cara yang laknat.
Jelas saja Pacarku pernah mengatakan ini padaku "kamu kan rada-rada" dan "polos sama bodoh itu beda tipis".
Mataku sudah cukup perih menangis dan melihat stopwatch.
Sampai kapan perasaanku redam..
Sampai kapan kebahagiaanku natural..
Terdengar asik diucap seperti sebuah lelucon guna sebutan untuk sebuah candaan.
Syukurlah Bipolar menjalar didalam nadiku hingga ketulang sumsumku.
Sedikit gila stadium satu bisa aku rasakan.
Entah kesusahan apa lagi yang menjalar, padahal aku baru tidur 4 jam.
Aku merasa bersalah baru menyadari kau ada didalam hidupku.
Tak apa yaa, kita berteman saja, jangan terlalu dekat.
Aku tidak mau terlalu cepat dipanggil malaikat dengan cara yang laknat.
Bagiku kau sahabat yang setia tapi jahat
Ah sudahlah, aku tidak mau menyalahkanmu terlalu banyak
Aku kan juga jarang solat.
Bila aku nanti mati konyol.
Satu-satu nya yang akan aku salahkan yaitu dirimu.
Kau yang memberikanku kebahagiaan, kau juga yang memberikanku keterpurukan.
Syukurlah hanya titik jarum yang kutaruh, setengguk pembersih luka, dan menangis yang sengaja aku hitung dengan stopwatch.
Hingga kantuk mengucapkan selamat datang.
Paling tidak aku sudah merasakan dan orang lain belum.
Terpenting, aku beruntung tidak dipanggil dengan cara yang laknat.
Jelas saja Pacarku pernah mengatakan ini padaku "kamu kan rada-rada" dan "polos sama bodoh itu beda tipis".
Mataku sudah cukup perih menangis dan melihat stopwatch.
Sampai kapan perasaanku redam..
Sampai kapan kebahagiaanku natural..
Langganan:
Komentar (Atom)

